IBLIS & MALAIKAT

Ketika aku dilahirkan ke dunia,

Iblis berkata, “Selamat datang. Nikmati semua yang ada seperti kau akan hidup di sini selamanya.”

Malaikat berkata, “Ini adalah persinggahan, karenanya carilah sebanyak-banyak bekal untuk kehidupanmu yang abadi di akhirat kelak.”

Ketika kucoba mulai mengerti konsep dosa dan pahala,

Iblis berkata, “Tidak ada yang lebih nikmat dari dosa. Sekali kau mencicipinya, kau akan menginginkannya lagi, lagi, dan lagi.”

Malaikat berkata, “Kebajikan membuat batinmu nyaman dan tenteram. Jangan biarkan setitik noda dosa menempel di kejernihan cermin jiwamu.”

Ketika kuberada di persimpangan jalan antara neraka dan surga,

Iblis berkata, “Aku menjanjikan jalan yang indah penuh dengan kenikmatan dunia. Jangan kau- tanyakan ke mana jalan ini akan bermuara, nikmati saja panorama yang ada di depan mata.”

Malaikat berkata, “Aku akan membimbingmu melalui jalan terjal dan berliku. Kadang kau akan tersandung jatuh. Jika yang lain mampu melaluinya, mengapa kamu tidak?”

Dan ketika aku ingin bertaubat dari segala dosa ini,
Iblis mengejekku, “Ya, seperti kau bisa melakukannya saja. Tenanglah, satu dosa lagi tidak akan membunuhmu.”

Malaikat menyemangatiku, “Lakukanlah karena Allah senantiasa membuka lebar pintu taubat-Nya.”

0 komentar:

Posting Komentar